Selasa, 08 November 2011

Jangan Lupa (Ingat)

Tuhan, tolong ingatkan aku
Ingatkan aku bahwa aku hanyalah aku
Hatiku hanyalah Satu
Dan cintaku juga satu

Tuhan, tolong ingatkan dia
Ingatkan dia bahwa aku hanya untuknya
Dirinya hanya untukku
Hatinya hanya untukku

Tuhan, tolong ingatkan dia
Ingatkan dia bahwa aku ada untuknya
Jaga hatinya untukku
Jaga hatinya untukku

Jangan biarkan dia meninggalkan aku lagi
Hanya untuk hati yang lain
Karena aku disini selalu ada untuknya
Jaga selalu hatinya untukku

Dia masa sekarang
Dia masa depan
Satukan selalu aku dan dia
Aku dan dia untuk selamanya


Aulia Rahman / 24209963 / 3EB18

Senin, 10 Oktober 2011

Resensi Film Captain America

Genre: Action & Adventure
Pemain: Chris Evans, Hugo Weaving, Tommy Lee Jones, Sebastian Stan, Hayley Atwell, Toby Jones, Neal McDonough, Stanley Tucci
Tanggal Release: 22 Juli 2011
Sutradara: Joe Johnston
Studio: Sony Pictures Home Entertainment
Captain America merupakan karakter komik Marvel dari masa Perang Dunia II. Steve Rogers (Chris Evans) adalah seorang anggota angkatan darat Amerika yang pemberani serta berdisiplin tinggi yang kemudian mengajukan diri sebagai sukarelawan dalam eksperimen program penciptaan Super Soldier oleh pihak militer AS. Eksperimen yang berjalan sukses membuat Rogers memiliki kekuatan khusus. Dengan adanya kekuatan tersebut Rogers kemudian menjadi The First Avenger. Dalam perjalanannya, Captain America akan berhadapan dengan The Red Skull, yang akan menjadi musuh terbesarnya. Secara fisik, Steve Rogers (Chris Evans) memang tak memadai untuk menjadi seorang tentara. Karena itu pula ia gagal. Pantang menyerah, Steve kemudian mendaftarkan diri menjadi bagian dari eksperimen militer yang dikenal dengan nama Project: Rebirth. Tujuan program ini adalah menciptakan prajurit super yang bakal diturunkan ke medan laga.
Dengan teknologi yang ada, pihak militer AS kemudian mengubah Steve Rogers menjadi prajurit super bernama Captain America. Sayangnya, pemerintah kemudian menganggap eksperimen ini sudah menghabiskan biaya terlalu tinggi dan karena itu tak rela kalau Captain America turun ke medan peperangan. Sebagai gantinya, Captain America lantas dijadikan maskot untuk meningkatkan semangat juang para prajurit. Tak lama kemudian tersiar kabar kalau seorang anggota Nazi bernama Red Skull (Hugo Weaving) ternyata punya rencana jahat untuk menguasai dunia dengan menggunakan benda berkekuatan magis yang dikenal dengan nama Tesseract. Steve Rogers terpaksa turun tangan untuk memburu Red Skull dan menjadi orang pertama yang bergabung sebagai The Avengers.

Aulia Rahman / 24209963 / 3EB18

Apa Itu Resensi ?

Pengertian Resensi
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku, tulisan / karangan / ulasan mengenai nilai sebuah buku / hasil karya seseorang. Resensi diartikan juga sebagai tinjauan buku / bedah buku / timbangan buku / penilaian buku. Resensi merupakan tulisan yang menyajikan sejumlah informasi tentang sebuah buku.

Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

Sasaran Resensi :
1. Latar Belakang
Sering penulis tidak tahu bagaimana memulai dengan resensi. Akan sangat bermanfaat bila penulis mulai dengan latar belakang buku tersebut. Pada latar belakang ini penulis memulai dengan tema yang kemudian diikuti dengan deskripsi singkat isi buku. Yang dideskripsikan tidak hanya isi saja tetapi juga menyangkut badan mana yang menerbitkan buku, kapan diterbitkan , ketebalan buku, harga, nama pengarang , ketenarannya, buku mana saja yang pernah ditulisnya, atau mengapa ia menulis buku itu.
2. Macam atau Jenis Buku
Penulis resensi harus bisa menunjukkan kepada pembaca, buku yang baru diterbitkan itu berjenis apa? Misalkan termasuk buku cerita detektif , cerita percintaan? buku pengetahuan bahsakah? dan sebagainya.
3. Keunggulan Buku
Mengenai keunggulan buku penulis resensi pertama-tama mempersoalkan organisasinya. Yang dimaksud organisasi adalah kerangka karangan, apakah antarbagian kerangka telah memiliki hubungan yang jelas, urut dari yang mudah ke yang sulit, dari yang sederhana ke yang kompleks dan seterusnya. Yang kedua penulis menelaah isinya. Apakah isi buku itu lebih detail dari penulis lain, masuk akalkah isinya? dsb. Yang ketiga adalah masalah bahasa. Ragam bahasa apa yang digunakan? Mudah dicernakah bagi pelajar, atau bagi semua kalangan? Berbelit-belitkan ? Bahasa yang baik dilihat dari struktur kalimatnya , hubungan antarkalimatnya, serta pilihan kata yang digunakan..Yang terakhir yang disoroti adalah perwajahan (lay out). Perwajahan berkaitan dengan buku secara fisik, pencetakannya, penjilidannya mudah lepas atau tidak, banyak salah cetakkah? gambar cover sesuai dengan isi? . Hal-hal ini bila ditujukan pada tulisan nonfiksi. Jika yang disoroti buku fiksi maka yang diulas dari sisi unsur intrinsik dan ekstrinsik dari buku tersebut. misalnya apa temanya, apakah temanya merupakan temuan baru, sesuai dengan permasalahan yang ada di masyarakat saat ini?, menarikkah masalah yang diangkat?, bagaimna alurnya? konflik-konfliknya menarik bagaimana latarnya, perwatakannya, sudut pandangnya?, gaya ceritanya, dansebagainya.
4. Nilai buku
Maksud dari nilai sebuah karya tidak berkaitan dengan baik buruknya , melainkan berkaitan dengan manfaat buku tersebut bagi pembaca. Setelah membaca buku tersebut apakah pembaca merasa wawasan tentang kehidupan bertambah? Ataukah hidupnya lebih bijaksana, apakah pengetahuan buku tersebut berguna untuk tugas-tugasnya dan lain sebagainya.

Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku :
1. Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
2. Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
3. Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.

Sistematika Resensi

1. Judul resensi
2. Identitas buku yang diresensi
3. Pendahuluan
a. tema
b. ringkasan isi
c. biografi pengarang jika ada
4. Keunggulan buku
Kelebihan / kekurangan buku
5. Penutup
a. Nilai/Manfaat buku bagi pembaca
b. Kesimpulan
Referensi :
http://artinandir.blogspot.com/2010/08/resensi-teori.html
http://elvrymayluxsi.blogspot.com
http://rezaabiyasa.wordpress.com/2011/03/29/pengertian-resensi-timbangan-buku-dan-timbangan-pustaka/

Aulia Rahman / 24209963 / 3EB18

Sabtu, 24 September 2011

It's Me

Nama saya Aulia Rahman, biasa di panggil “Aul”. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 29 April 1990. Saya beragama islam dan berkewarganegaraan Indonesia. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara, saya memiliki dua adik yang pertama perempuan dan yang kedua laki-laki. Hobi saya adalah bermain bola basket dan futsal tapi saya lebih senang bermain basket karena sejak sekolah saya selalu mengikuti extrakurikuler bola basket sehingga saya suka mengikuti lomba pertandingan bola basket antar sekolah di kota bekasi. Dan saya bercita-cita ingin menjadi seorang accounting.
Saya pada umur 5 tahun bersekolah di TK. Al-Muhadjirin Bekasi, setelah tamat TK saya melanjutkan sekolah di SD Negeri Duren Jaya 1 Bekasi, setelah saya lulus SD saya melanjutkan ke SMP Negeri 11 Bekasi, setelah lulus SMP saya melanjutkan k SMA Mandalahayu Bekasi dengan mendapatkan kelas IPS. Setelah saya lulus SMA, saya pernah bekerja di PT. Yamaha Music Manufacturing Asia yang merupakan perusahaan yang bergerak membuat alat musik piano. Saya bekerja hanya setahun karena saya hanya ingin mencari pengalaman saja dan pada tahun ajaran baru 2009 saya meneruskan kuliah di perguruan tinggi. Saya berkuliah di Universitas Gunadarma mengambil fakultas ekonomi jurusan akuntansi. Mengapa saya mengambil jurusan akuntansi ? karena saya senang sekali belajar akuntansi. Maka dari itu saya mendalami bidang akuntansi dan agar saya bisa mencapai cita-cita saya sebagai accounting.
Selama saya kuliah di Universitas Gunadarma, saya pernah mengikuti rekrutmen assisten laboratorium akuntansi, sayangnya saya gagal dan tidak di terima pada laboratorium itu. Tapi saya tidak menyerah begitu saja, setelah beberapa bulan kemudian setelah saya gagal rekrutmen assisten di lab. akuntansi, laboratorium manajemen menengah membuka lowongan untuk menjadi assisten di lab. tersebut. Dan akhirnya saya mencobanya untuk mengikuti rekrutmen assisten pada lab. manajemen menengah. Saya mengikuti beberapa test selama satu minggu dan Alhamdulillah usaha saya tidak sia-sia, saya di terima sebagai assisten laboratorium manajemen menengah.
Dan terakhir saya memiliki motto dalam hidup saya yaitu “kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah”. Saya selalu menerapkan motto saya tersebut agar semua cita-cita atau keinginan saya bisa terwujud. Karena saya tahu bahwa Allah SWT akan mewujudkannya apabila umatnya tersebut selalu berusaha dan berdoa kepada-Nya. Amien Amien Yaa Robbal Alamiinn….


Nama : Aulia Rahman
NPM : 24209963
Kelas : 3EB18

Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif

Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Menurut Jujun Suriasumantri, Penalaran adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Sebagai suatu kegiatan berfikir penalaran memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu. Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. Sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.
Pengetahuan yang dipergunakan dalam penalaran pada dasarnya bersumber pada rasio atau fakta. Mereka yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran mengembangkan paham rasionalisme, sedangkan mereka yang menyatakan bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran mengembangkan paham empirisme.

Ada dua macam pola penalaran, yaitu:
1. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif menggunakan bentuk bernalar deduksi. Deduksi yang berasal dari kata de dan ducere, yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum atau universal. Perihal khusus tersebut secara implisit terkandung dalam yang lebih umum. Maka, deduksi merupakan proses berpikir dari pengetahuan universal ke singular atau individual.
Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut. Artinya, apa yang dikemukakan dalam kesimpulan sudah tersirat dalam premisnya. Jadi, proses deduksi sebenarnya tidak menghasilkan suatu konsep baru, melainkan pernyataan atau kesimpulan yang muncul sebagai konsistensi premis-premisnya.

Contoh klasik dari penalaran deduktif:
• Semua manusia pasti mati (premis mayor)
• Sokrates adalah manusia. (premis minor)
• Sokrates pasti mati. (kesimpulan)
Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif.

2. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.
Penalaran induktif dapat berbentuk generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah proses berpikir berdasarkan hasil pengamatan atas sejumlah gejala dan fakta dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.

Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.) Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.) untuk membedakan preposisi umum seperti:
Semua es dingin. Semua bola biliar bergerak ketika didorong tongkat.
Induksi kuat:
Semua burung gagak yang kulihat berwarna hitam.
Induksi lemah:
Aku selalu menggantung gambar dengan paku. Banyak denda mengebut diberikan pada remaja.
Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.

Referensi :
http://kuroinoshiroyuki.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif-dan-induktif.html
http://filsafat.kompasiana.com/2010/08/22/nalar-induktif-dan-nalar-deduktif/

Nama : Aulia Rahman
NPM : 24209963
Kelas : 3EB18

Minggu, 07 Agustus 2011

Dikontrakkan 3 Rumah

Dikontrakkan 3 buah rumah yang beralamat :
Jalan Swadaya 1 no. 2 RT/RW. 007/002
Kompleks BRI KaliMalang, JakaSampurna - Bekasi Barat.

Rumah 1 :
3 kamar tidur, 1 ruang makan, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, 1 WC, dan dapur.
Kondisi baru direnovasi, siap huni.
Dikontrakkan pertahun (Rp 9.000.000,-)

Rumah 2 :
2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi dan WC jadi satu, dan dapur.
Dikontrakkan pertahun (Rp 7.000.000,-)


Rumah 3 :
1 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi dan WC jadi satu, dan dapur.
Dikontrakkan pertahun (Rp 4.000.000,-)


Apabila berminat langsung saja datang ke alamat tersebut atau hubungi :
Ibu Hj. Hamidah dengan nomor handphone 081382229119

Kamis, 02 Juni 2011

Makalah Tutorial (Analisis Sumber dan Penggunaan Dana)

KATA PENGANTAR


Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunianya saya diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dalam penjelasan dan sebagainya. Oleh karena itu, saya minta kritik dan saran membangunnya bagi para pembaca agar kami dapat mengutipnya untuk memperbaiki dalam penulisan makalah ini maupun penjelasannya.

Terima kasih atas perhatiannya para pembaca yang sudah membaca, memberi kritik maupun sarannya. Semoga dibalik ini semua akan mendapat hikmah dan manfaatnya.

Bekasi, 24 Mei 2011
Hormat Saya,



Penyusun

I. Pengertian Laporan Sumber dan Penggunaan Dana
Analisis sumber dan penggunaan dana, atau sering juga disebut dengan analisa aliran dana, merupakan alat analisa financial yang digunakan untuk mengetahui dari mana dana didapatkan dan untuk apa dana itu dibelanjakan. Laporan yang menggambarkan dari mana dana didapatkan dan untuk apa dana itu digunakan disebut dengan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.
Pengertian dana yang digunakan dalam analisis sumber dan penggunaan dana dalam artian sempit diartikan sebagai Kas. Sedangkan dalam artian luas diartikan sebagai Modal Kerja. Untuk menyusun laporan sumber dan penggunaan dana, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat Laporan Perubahan Neraca yang disusun dari neraca dari dua tahun berurutan. Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen neraca dari neraca awal menjadi neraca akhir. Perubahan masing-masing elemen tersebut perlu dilakukan analisis, yaitu elemen-elemen mana saja yang akan memperbesar dana dan elemen-elemen mana saja yang akan memperkecil dana. Elemen yang memperbesar dana kan menjadi sumber dana, dan elemen yang memperkecil dana akan menjadi penggunaan dana.

II. Dana dalam Artian Kas
Langkah-langkah penyusunan laporan sumber dan penggunaan dana :
1. Menyusun laporan perubahan neraca yang menggambarkan neraca dari dua periode yang ingin dianalisa (bulanan atau tahunan)
2. Mengelompokkan perubahan-perubahan tersebut dalam golongan yang memperbesar kas dan memperkecil jumlah kas
3. Mengelompokkan elemen-elemen dalam laporan rugi laba atau laporan laba yang ditahan ke dalam golongan yang memperbesar jumlah kas atau memperkecil jumlah kas

Sumber-sumber dana dalam artian kas :
1. Berkurangnya aktiva lancar selain kas
2. Berkurangnya aktva tetap
3. Bertambahnya setiap jenis utang
4. Bertambahnya modal
5. Adanya keuntungan dari operasi perusahaan
6. Penyusutan

Penggunaan dana dalam artian kas :
1. Bertambahnya aktiva lancar selain kas
2. Bertambahnya aktiva tetap
3. Berkurangnya setiap jenis utang
4. Berkurangnya modal
5. Pembayaran cash deviden
6. Adanya kerugian operasional perusahaan

III. Dana dalam Artian Modal Kerja
Dalam laporan sumber dan penggunaan modal kerja tidak tercantum di dalamnya sumber-sumber dari penggunaan dana yang berasal dari unsur-unsur modal kerja sendiri, karena perubahan-perubahan yang hanya menyangkut unsur-unsur aktiva lancar dan utang lancar saja – kedua accounts tersebut disebut current accounts – tidak akan mengkibatkan perubahan modal kerja (netto).
Dengan demikian maka jumlah modal kerja hanya akan berubah jika ada perubahan unsur-unsur Non-Current Account (aktiva tetap, utang jangka panjang dan modal sendiri). Yang mempunyai efek memperbesar modal disebut sebagai sumber modal kerja. Sedangkan yang mempunyai efek mengurangi modal kerja disebut sebagai penggunaan modal kerja. Apabila Sumber > Penggunaan, berarti mempunyai efek positif terhadap modal kerja yaitu akan menambah modal kerja, sebaliknya jika penggunaan > sumber, maka efeknya adalah memperkecil modal kerja. Dan jika sumber = penggunaan, maka tidak ada efek terhadap modal kerja, artinya modal kerja tidak berubah.

Sumber-sumber dana dalam artian modal kerja :
1. Berkurangnya aktiva tetap
2. Bertambahnya utang jangka panjang
3. Bertambahnya modal
4. Adanya keuntungan dari operasional perusahaan
5. Penyusutan

Penggunaan dana dalam artian modal kerja :
1. Bertambahnya aktiva tetap
2. Berkurangnya utang jangka panjang
3. Berkurangnya modal
4. Pembayaran cash deviden
5. Adanya kerugian dari operasional perusahaan

IV. Soal
PT. DAMITEX mempunyai data laporan keuangan sebagai berikut :
PT. DAMITEX
Laporan Perubahan Neraca
31/12/2001 – 31/12/2002
Keterangan 31/12/2001 31/12/2002 Debit Kredit
Aktiva
Kas Rp 20,400,000 Rp 24,200,000 Rp 3,800,000
Efek Rp 41,200,000 Rp 39,400,000 Rp 1,800,000
Piutang Dagang Rp 22,100,000 Rp 49,100,000 Rp 27,000,000
Persediaan Rp 30,000,000 Rp 42,500,000 Rp 12,500,000
Sewa dibayar dimuka Rp 33,500,000 Rp 20,900,000 Rp 12,600,000
Mesin Rp 102,900,000 Rp 141,000,000 Rp 38,100,000
Akumulasi Depresiasi Rp (21,850,000) Rp (41,500,000) Rp 19,650,000
Bangunan Rp 129,000,000 Rp 134,300,000 Rp 5,300,000
Akumulasi Depresiasi Rp (37,300,000) Rp (53,200,000) Rp 15,900,000
Tanah Rp 100,000,000 Rp 130,000,000 Rp 30,000,000
Total Aktiva Rp 419,950,000 Rp 486,700,000
Hutang dan Modal
Hutang Dagang Rp 47,900,000 Rp 68,900,000 Rp 21,000,000
Hutang Wesel Rp 36,700,000 Rp 32,600,000 Rp 4,100,000
Obligasi Rp 151,200,000 Rp 140,700,000 Rp 10,500,000
Hipotik Rp 24,800,000 Rp 48,000,000 Rp 23,200,000
Modal Saham Rp 77,000,000 Rp 107,500,000 Rp 30,500,000
Laba Ditahan Rp 82,350,000 Rp 89,000,000 Rp 6,650,000
Total Hutang dan Modal Rp 419,950,000 Rp 486,700,000 Rp 131,300,000 Rp 131,300,000

PT. DAMITEX membagi deviden kepada pemegang saham Rp 74,250,000. Adapun laba operasi yang didapat pada periode tersebut sebesar Rp 80,900,000. Buatlah laporan sumber dan penggunaan dana dalam artian kas dan modal kerja beserta analisisnya !

V. Pembahasan
1. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana dalam Artian Kas

PT. DAMITEX
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana dalam Artian Kas
31/12/2001 – 31/12/2002
Sumber Jumlah Penggunaan Jumlah
Laba operasi Rp 80,900,000 Cash deviden Rp 74,250,000
Efek Rp 1,800,000 Kas Rp 3,800,000
Sewa dibayar dimuka Rp 12,600,000 Piutang Dagang Rp 27,000,000
Akum. Depresiasi Rp 19,650,000 Persediaan Rp 12,500,000
Akum. Depresiasi Rp 15,900,000 Mesin Rp 38,100,000
Hutang dagang Rp 21,000,000 Bangunan Rp 5,300,000
Hipotik Rp 23,200,000 Tanah Rp 30,000,000
Modal saham Rp 30,500,000 Hutang wesel Rp 4,100,000
Obligasi Rp 10,500,000
Rp 205,550,000 Rp 205,550,000

Analisis : Dari laporan sumber dan penggunaan dana tersebut dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2002 penggunaan dana yg paling menonjol adalah untuk cash deviden, mesin dan tanah.


2. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana dalam Artian Modal Kerja

PT. DAMITEX
Laporan Perubahan Modal Kerja
31/12/2001 – 31/12/2002
Keterangan 31/12/2001 31/12/2002
Aktiva Lancar :
Kas Rp 20,400,000 Rp 24,200,000
Efek Rp 41,200,000 Rp 39,400,000
Piutang dagang Rp 22,100,000 Rp 49,100,000
Persediaan Rp 30,000,000 Rp 42,500,000
Sewa dibayar dimuka Rp 33,500,000 Rp 20,900,000
Total Aktiva Lancar Rp 147,200,000 Rp 176,100,000
Hutang Lancar :
Hutang dagang Rp 47,900,000 Rp 68,900,000
Hutang wesel Rp 36,700,000 Rp 32,600,000
Total Hutang Lancar Rp 84,600,000 Rp 101,500,000
Bertambahnya Modal Kerja Rp 62,600,000 Rp 74,600,000
Perubahan Modal Kerja adalah sebesar Rp 12,000,000

Analisis : Dapat diketahui bahwa terjadi penambahan modal dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2002 yaitu sebesar Rp 12,000,000, dengan rincian pada tahun 2001 modal kerjanya sebesar Rp 62,600,000 dan pada tahun 2002 modal kerjanya sebesar Rp 74,600,000.

PT. DAMITEX
Laporan Perubahan Sumber dan Penggunaan Dana dalam Artian
Modal Kerja
31/12/2001 – 31/12/2002
Sumber Jumlah Penggunaan Jumlah
Laba operasi Rp 80,900,000 Cash deviden Rp 74,250,000
Akum. Depresiasi Rp 19,650,000 Mesin Rp 38,100,000
Akum. Depresiasi Rp 15,900,000 Bangunan Rp 5,300,000
Hipotik Rp 23,200,000 Tanah Rp 30,000,000
Modal Saham Rp 30,500,000 Obligasi Rp 10,500,000
Modal kerja baru Rp 12,000,000
Rp 170,150,000 Rp 170,150,000

Analisis : Karena jumlah sumber > Penggunaan yaitu sebesar Rp 12,000,000, maka sebesar Rp 12,000,000 tersebut mempunyai efek positif terhadap modal kerja, dan berarti ada kenaikan modal kerja sebesar Rp 12,000,000.

Kamis, 07 April 2011

Makalah Hak dan Kewajiban WNI

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunianya kami diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dalam penjelasan dan sebagainya. Oleh karena itu, kami minta kritik dan saran membangunnya bagi para pembaca agar kami dapat mengutipnya untuk memperbaiki dalam penulisan makalah ini maupun penjelasannya.

Terima kasih atas perhatiannya para pembaca yang sudah mau membaca, memberi kritik maupun sarannya. Semoga dibalik ini semua akan mendapat hikmah dan manfaatnya.

Bekasi, 23 Maret 2011
Hormat Kami,



Penyusun

DAFTAR ISI


Kata Pengantar…………………………………………………………………...1
Daftar Isi…………………………………………………………...……………..2
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………..3
I.I Latar Belakang…………………………………………………….3
I.II Tujuan……………………………………………………………..3
I.III Perumusan Masalah……………………………………………….4
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………..5
II.I Yang Dapat Menjadi Warga Negara Dari Suatu Negara…………5
II.II Asas-asas Dalam UU No. 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indpnesia……………………………8
II.III Pasal-pasal Yang Membahas Hak Dan Kewajiban Warga Negara Dan Contoh-Contohnya…………………………………………..8
BAB III KESIMPULAN………………………………………………………..12
REFERENSI…………………………………………………………………….13

BAB I
PENDAHULUAN


I.I Latar Belakang
Kewarganegaraan memiliki keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. Kewarganegaraan adalah segala hal ihlawal yang berhubungan dengan negara.
Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Kewarganegaraan dalam arti Yuridis
Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang-orang dengan negara. Adanya ikatan hukum itu menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu, yaitu orang tersebut berada dibawah kekuasaan negara yang bersangkutan. Tanda dari adanya ikatan hukum, misalanya akta kelahiran, surat pernyataan, bukti kewarganegaraan, dan sebagainya.
2. Kewarganegaraan dalam arti Sosiologis
Kewarganegaraan dalam arti sosilogis tidak ditandai dengan ikatan hukum. Tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air. Dengan kata lain, ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara bersangkutan.

I.II Tujuan
Makalah ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui apa itu hak dan kewajiban warga negara. Seperti yang akan dibahas pada makalah ini. Agar kita sebagai warga negara mengetahui apa hak dan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia.
I.III Perumusan Masalah

Dalam makalah ini memiliki beberapa hal yang dapat dijadikan suatu permasalahan yang dituangkan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1. Siapa saja yang dapat menjadi warga negara dari suatu negara ?
2. Asas-asas apa saja yang dipakai dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia ?
3. Pasal apa saja yang membahas hak dan kewajiban warga negara ?

BAB II
PEMBAHASAN


II.I Yang Dapat Menjadi Warga Negara Dari Suatu Negara
Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal dengan adanya asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan asas kewaraganegaraan berdasarkan perkawinan.
Dalam penentuan kewarganegaraan didasarkan kepada sisikelahiran dikenal dua asas yaitu asas ius soli dan ius sanguinis . Ius artinya hukum atau dalil. Soli berasal dari kata solum yang artinya negari atau tanah. Sanguinis berasal dari kata sanguis yang artinya darah.
Asas Ius Soli
Asas yang menyatakan bahawa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat dimana orang tersebut dilahirkan.
Asas Ius Sanguinis
Asas yang mennyatakan bahwa kewarganegaraan sesorang ditentukan beradasarkan keturunan dari orang tersebut.
Selain dari sisi kelahiran, penentuan kewarganegaraan dapat didasarkan pada aspek perkawinan yang mencakupa asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat :
1. Asas persamaan hukum didasarkan pandangan bahwa suami istri adalah suatu ikatan yang tidak terpecahkan sebagai inti dari masyarakat. Dalam menyelenggarakan kehidupan bersama, suami istri perlu mencerminkan suatu kesatuan yang bulat termasuk dalam masalah kewarganegaraan. Berdasarkan asas ini diusahakan ststus kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu.
2. Asas persamaan derajat berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaaraan suami atau istri. Keduanya memiliki hak yang sama untuk menentukan sendiri kewarganegaraan. Jadi mereka dapat berbeda kewarganegaraan seperti halnya ketika belum berkeluarga.
Negara memiliki wewenang untuk menentukan warga negara sesuai dengan asas yang dianut negara tersebut. Dengan adanya kedaulatan ini, pada dasarnya suatu negara tidak terikat oleh negara lain dalam menentukan kewarganegaraan. Negara lain juga tidak bolej menentukan siapa saja yang menjadi warga negara dari suatu negara.
Penentuan kewarganegaraan yang berbeda-beda oleh setiap negara dapat menciptakan problem kewarganegaraan bagi seorang warga. Secara ringkas problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan bipatride. Appatride adalah istilah untuk orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Bipatride adalah istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda (rangkap dua). Bahkan dapat muncul multipatride yaitu istilah untuk orang-orang yang memiliki kewarganegaraan yang banyak.
Warga Negara Indonesia
Negara Indonesia telah menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara . ketentuan tersebut tercantum dalam pasal 26 UUD 1945 sebagai berikut :
1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga negara
2. Penduduk ialah waraga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia
3. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang
Beradasarkan hal diatas , kita mengetahui bahwa orang yang dapat menjadi warga negara Indonesia adalah :
1. Orang-orang bangsa Indonesia asli
2. Orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang menjadi warga negara
Adapun Undang-Undang yang mengatur tentang warga negara adalah Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Pewarganegaraan adalah tatacara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan . Dalam Undang-Undang dinyatakan bahwa kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh memalului pewarganegaraan. Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon juika memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Telah berusia 18(delapan belas) tahun atau sudah kawin
2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima)tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut
3. Sehat jasmani dan rohani
4. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
5. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun
6. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Indonesia, tidak menjadi kewarganegaraan ganda
7. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap
8. Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara
II.II Asas-Asas dalam UU No.12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan RI
Asas-asas yang dipakai dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia meliputi :
1. Asas Ius Sanguinis, yiatu asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarakan keturunan bukan negara tempat kelahiran
2. Asas Ius Soli scera terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan berdasarakan negara tempat kelahiran, yang diperuntukkan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang.
3. Asas kewarganegaraan tunggal, yaitu asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang
Asas kewaraganegaraan ganda terbatas, yaitu asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.

II.III Pasal-Pasal Yang Membahas Hak Dan Kewajiban Warga Negara
Hak dan Kewajiban Warga Negara :
• Pasal 26 ayat 1 yang menjadi warga Negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara pada ayat 2, syarat –syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dgn undang-undang.
• Pasal 27 ayat 1 bahwa segala warga Negara bersamaan kedudukan nya didalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Pada ayat 2 disebutkan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
• Pasal 28 disebutkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dgn lisan dan sebagainya ditetapkan dgn undang-undang.
• Pasal 30 ayat 1 bahwa hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara dan ayat 2 mengatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan UU.
Wujud hubungan anatara warga negara dengan negara adalah pada umumnya adalah berupa peranan(role). Peranan pada dasarnya adalah tugas apa yang dilakukan sesuaidengan status yang dimiliki, dalam hal ini sebagai warga negara.
Hak dan kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam Pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945. Bebarapa hak warga negara Indonesia antara lain sebagai berikut :
1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
2. Hak membela negara
3. Hak berpendapat
4. Hak kemerdekaan memeluk agama
5. Hak mendapatkan pengajaran
6. Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia
7. Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan sosial
8. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial
Sedangkan kewajiban warga negara Indonesia terhadap negara Indonesia adalah :
1. Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan
2. Kewajiban membela negara
3. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara
Selain itu ditentuakan pula hak dan kewajiban negara terhadapwarganegara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. Beberapa ketentuan tersebut, anatara lain sebagai berikut :
1. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintah
2. Hak negara untuk dibela
3. Hak negara untuk menguasai bumi, air , dan kekayaan untuk kepentingan rakyat
4. Kewajiban negara untuk menajamin sistem hukum yang adil
5. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara
6. Kewajiban negara mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat
7. Kewajiban negara meberi jaminan sosial
8. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah
Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang telah tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang . Bidang –bidang ini antara lain, Bidang politik dan pemerintahan, sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.
Contoh Hak Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan
4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai
5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh
7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku

Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara Indonesia
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik

BAB III
PENUTUP


Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia sudah diatur dalam undang-undang kenegaraan kita dalam pembahasan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dalam undang-undang tersebut tertera jelas sekali dan bagaimana kita dalam menanggapinya. Kita bisa lihat dari pembahasan diatas bahwa wujud hubungan anatara warga negara dengan negara adalah pada umumnya adalah berupa peranan.
Kita Sebagai warga negara Indonesia sudah diatur dalam undang-undang kenegaraan dalam pembahasan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dalam undang-undang tersebut tertera jelas sekali Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara dan bagaimana kita dalam menanggapinya.
Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang telah tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang . Bidang –bidang ini antara lain, Bidang politik dan pemerintahan, sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.

REFERENSI


http://organisasi.org/hak_dan_kewajiban_sebagai_warga_negara_indonesia_ilmu_ppkn_pendidikan_kewarganegaraan_pmp_pendidikan_moral_pancasila

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/hak-dan-kewajiban-warga-negara-indonesia-mar-13th-2010-by-susi69/

http://pandundut.blogspot.com/2010/02/hak-dan-kewajiban-wni.html

Jumat, 01 April 2011

Penyebab Laju Inflasi Terhadap IT

Dalam beberapa hari semenjak tahun 2008 dimulai, tekanan terhadap inflasi dalam negeri rupanya telah menunjukkan peningkatan yang kurang menggembirakan. Masih belum baiknya distribusi dan penyediaan kebutuhan pokok di dalam negeri rupanya telah memperparah angka inflasi Indonesia.

Pada hari Selasa yang lalu, seperti yang dilansir Antara, Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah mengatakan bahwa kajian penelitian BI memperlihatkan tekanan inflasi pada 2008 maksimum terjadi 6,3%, bila pemerintah tidak melakukan tindakan apa pun. Lebih lanjut ia mengatakan, "Para peneliti di BI melihat justru pada 'high end' dekat ke arah 6%, dan bahkan bisa melewati 6%, maksimumnya 6,3% apabila tidak ada usaha yang dilakukan, jadi apabila tidak melakukan apa-apa, maka itulah yang akan terjadi".

Untuk itu, ia mengemukakan, pihaknya bersama pemerintah akan terus berupaya untuk mengendalikan tekanan inflasi yang kuat pada 2008. Menurutnya, pemerintah akan mengendalikan inflasi dengan berupaya perbaikan di bidang distribusi dan upaya penyediaan kebutuhan pokok.

Banyak pihak mulai meragukan kemampuan pemerintah untuk merealisasikan target penurunan inflasi dalam negeri sebesar lima plus minus satu dapat tercapai. Apalagi jika dilihat dalam dua tahun sebelumnya, terbukti pemerintah juga telah meleset dari target penurunan inflasi yang ditetapkannya. Kenaikkan harga minyak dunia pada akhir tahun 2007 yang sempat mencapai $100 dollar per barel kemarin pun ternyata masih berdampak pada harga barang kebutuhan di dalam negeri.

Seperti yang dikatakan Anton Gunawan, seorang ekonom Citibank kepada Antara, “Kami memperkirakan tingkat inflasi 2008 bergerak lebih tinggi sebagai kelanjutan dari berbagai kecenderungan sebelumnya”. Menurutnya kenaikan harga pangan serta tingginya tekanan pada inflasi inti, seperti gejolak kurs, pertumbuhan jumlah uang edar, akan meningkatkan tekanan pada inflasi.

Disamping itu Indonesia diperkirakan juga masih akan menghadapi sejumlah masalah yang menyebabkan tekanan pada inflasi, seperti adanya gangguan arus barang dan jasa serta memburuknya infrastruktur. Untuk hal yang satu ini, tentunya Indonesia juga harus waspada, mengingat selama ini masih banyak pemenuhan kebutuhan barang di Indonesia bergantung pada arus impor dari luar negeri. Sebut saja barang-barang elektronik, suku cadang kendaraan, serta berbagai macam piranti komputer, mulai dari hardware hingga software, Indonesia masih sangat bergantung pada arus barang dagang dari luar negeri, alias import. Tentu saja hal ini menimbulkan keprihatinan tersendiri, mengingat nilai tukar rupiah terhadap dollar pun ternyata hingga saat ini belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, apalagi kestabilan.

Khusus untuk bidang IT, kerawanan terhadap distribusi hardware maupun software dari luar negeri tetap merupakan ancaman terbesar dalam masalah ini. Mengingat ketergantungan Indonesia terhadap arus barang datang serta belum mampunya industri dalam negeri memenuhi kebutuhan jenis barang ini. Selain itu, dari segi harga barang-barang jenis ini juga diperkirakan masih akan sangat fluktuatif, mengingat gejolak ketidakstabilan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang masih berlangsung hingga saat ini.

Kamis, 31 Maret 2011

Blue and Yellow

And it's all in how you mix the two,
And it starts just where the light exists.
It's a feeling that you cannot miss,
And it burns a hole,
Through everyone that feels it.

Well you're never gonna find it,
If you're looking for it,
Won't come your way,yeah
Well you'll never find it,
If you're looking for it. (looking for it)

Should've done something, but I've done it enough.
By the way, your hands were shaking,
Rather waste some time with you.

And you never would have thought in the end,
How amazing it feels just to live again,
It's a feeling that you cannot miss,
And it burns a hole, through everyone that feels it.

Well you're never gonna find it,
If you're looking for it, won't come your way, yeah
Well you'll never find it, if you're looking for it. (looking for it)

Should've done something, but I've done it enough.
By the way, your hands were shaking.
Rather waste some time with you.

Should've said something, but I've said it enough.
By the way, my words were faded.
Rather waste some time with you.

(Time with you... time with you... time with you
Waste some time with you... waste some time with you...)

Should've done something, but I've done it enough.
By the way, your hands were shaking.
Rather waste my time with you.

Should've said something, but I've said it enough.
By the way, my words were faded.
Rather waste my time with you.

Should've done something, but I've done it enough.
By the way, my hands were shaking.
Rather waste some time with you.

Waste some time with you...
Waste some time with you...
Waste some time with you...
Waste some time with you...
Waste some time with you...
Waste some time with you...
Waste some time with you...

(fading)
Should've done something, but I've done it enough.
By the way, my hands were shaking.
Rather waste some time with you.

Liric by The Used

Minggu, 20 Maret 2011

LABORATORIUM AKUNTANSI LANJUT A LAPORAN AKHIR BAB 8

LABORATORIUM AKUNTANSI LANJUT A
LAPORAN AKHIR

NAMA : AULIA RAHMAN
NPM : 24209963
KELAS : 2EB18
TANGGAL : SELASA, 15 MARET 2011
KP : WULAN
TUTOR : ASRI

Paraf Asisten


( )

Cara Mengerjakan Kasus Capital Budgeting Pada Microsoft Visual Basic

Microsoft Visual Basic adalah pemrograman yang berbasis GUI (Grafik User Interface). Dan kasus kali ini akan membahas laporan segmentasi. Laporan segmentasi itu sendiri bearti, laporan yang disegmen dapat disajikan untuk aktifitas pada berbagai tingkat yang berbeda pada organisasi dan dapat disajikan dalam bentuk yang berbeda.
Dan dibawah ini adalah langkah-langkah membuat form dan coding pada kasus laporan segmentasi :
Pertama-tama buka Microsoft Visual Basic pada komputer dengan cara :
Klik Start – All Program – Microsoft Visual Basic 6.0 – Ok
Setelah itu akan muncul tampilan awal Microsoft Visual Basic


Lalu langsung saja membuat form1 dan hasilnya akan seperti dibawah ini :
Form1

Setelah itu membuat codingnya untuk menghasilkan perhitungan berupa inputan dan akan menghasilkan outputnya juga dengan hasil sesuai dengan perhitungan manual pada kasus ini
Dan dibawah ini adalah output dan coding pada kasus laporan segmen yang sudah dimasukan codingnya dan hasil inputan yang akan keluar berupa output yang sudah disesuaikan dengan perhitungan manualnya



Kasus Bab VIII
Capital Budgeting




Dibawah ini seluruh coding pada form1 :
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub
Private Sub MaskEdBox32_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox34 = 1 / (1.18) ^ 0
MaskEdBox35 = MaskEdBox10
MaskEdBox36 = MaskEdBox11
MaskEdBox37 = MaskEdBox12
MaskEdBox38 = MaskEdBox13
MaskEdBox39 = MaskEdBox14
MaskEdBox40 = MaskEdBox15
MaskEdBox42 = Val(MaskEdBox26) * MaskEdBox34
MaskEdBox43 = Val(MaskEdBox27) * MaskEdBox35
MaskEdBox44 = Val(MaskEdBox28) * MaskEdBox36
MaskEdBox45 = Val(MaskEdBox29) * MaskEdBox37
MaskEdBox46 = Val(MaskEdBox30) * MaskEdBox38
MaskEdBox47 = Val(MaskEdBox31) * MaskEdBox39
MaskEdBox48 = Val(MaskEdBox32) * MaskEdBox40
MaskEdBox50 = Val(MaskEdBox42) + Val(MaskEdBox43) + Val(MaskEdBox44) + Val(MaskEdBox45) + Val(MaskEdBox46) + Val(MaskEdBox47) + Val(MaskEdBox48)
MaskEdBox51 = Val(MaskEdBox17) - Val(MaskEdBox42)
MaskEdBox52 = Val(MaskEdBox18) - Val(MaskEdBox43)
MaskEdBox53 = Val(MaskEdBox19) - Val(MaskEdBox44)
MaskEdBox54 = Val(MaskEdBox20) - Val(MaskEdBox45)
MaskEdBox55 = Val(MaskEdBox21) - Val(MaskEdBox46)
MaskEdBox56 = Val(MaskEdBox22) - Val(MaskEdBox47)
MaskEdBox57 = Val(MaskEdBox23) - Val(MaskEdBox48)
MaskEdBox58 = Val(MaskEdBox24) - Val(MaskEdBox49)
MaskEdBox59 = Val(MaskEdBox51) + Val(MaskEdBox52) + Val(MaskEdBox53) + Val(MaskEdBox54) + Val(MaskEdBox55) + Val(MaskEdBox56) + Val(MaskEdBox57) + Val(MaskEdBox58)
End Sub
Private Sub MaskEdBox8_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox10 = 1 / (1.18) ^ 1
MaskEdBox11 = 1 / (1.18) ^ 2
MaskEdBox12 = 1 / (1.18) ^ 3
MaskEdBox13 = 1 / (1.18) ^ 4
MaskEdBox14 = 1 / (1.18) ^ 5
MaskEdBox15 = 1 / (1.18) ^ 6
MaskEdBox16 = MaskEdBox15
MaskEdBox18 = Val(MaskEdBox2) * MaskEdBox10
MaskEdBox19 = Val(MaskEdBox3) * MaskEdBox11
MaskEdBox20 = Val(MaskEdBox4) * MaskEdBox12
MaskEdBox21 = Val(MaskEdBox5) * MaskEdBox13
MaskEdBox22 = Val(MaskEdBox6) * MaskEdBox14
MaskEdBox23 = Val(MaskEdBox7) * MaskEdBox15
MaskEdBox24 = Val(MaskEdBox8) * MaskEdBox16
MaskEdBox25 = Val(MaskEdBox18) + Val(MaskEdBox19) + Val(MaskEdBox20) + Val(MaskEdBox21) + Val(MaskEdBox22) + Val(MaskEdBox23) + Val(MaskEdBox24)
End Sub

Kamis, 17 Maret 2011

Aspek Hukum Dalam Ekonomi

Pendahuluan
Sejarah Indonesia dalam kurun waktu yang panjang sebagai negara jajahan bangsa asing karena alasan ekonomi bahwa Indonesia merupakan sumber hasil bumi yang sangat penting bagi dunia juga mempelihatkan bahwa masalah ekonomi adalah masalah yang penting bagi suatu negara. Dan kita dapat melihat bahwa persoalan-persoalan ekonomi selalu muncul dari penggunaan sumberdaya yang langka untuk memuaskan keinginan manusia yang tak terbatas dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya. Akibat kelangkaan, maka terjadi perebutan untuk menguasai sumberdaya yang langka tersebut. Perebutan menjadi penguasa atas sumber daya yang langka bisa menimbulkan persengketaan antar pelaku ekonomi bahkan bisa memicu perang baik antar daerah maupun antar negara. Permasalahan ekonomi ini perlu diatur agar pemanfaatan sumber daya yang terbatas dapat berjalan dengan baik dengan prinsip – prinsip keadilan. Hukum ekonomi merupakan salah satu alat untuk mengatasi berbagi persoalan tersebut.

Kaidah/Norma
Dalam kehidupan bermasyarakat setiap subjek hukum, yakni orang maupun badan hukum selalu berhadapan dengan berbagai aturan atau norma, baik yang bersifat formal maupun non formal. Norma adalah Norma aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan sentosa. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat, itu dikarenakan beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pendidikan, ekonomi dan lain-lain.

Norma terdiri dari beberapa macam/jenis, antara lain yaitu :
1. Norma Agama
2. Norma Kesusilaan
3. Norma Kesopanan
4. Norma Kebiasaan (Habit)
5. Norma Hukum

Penjelasan dan Pengertian Masing-Masing Jenis/Macam Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat :
1. Norma Agama adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat, orang tersebut cenderung melanggar norma-norma agama.
2. Norma Kesusilaan. Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan.
3. Norma Kesopanan adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. Cara berpakaian dan bersikap adalah beberapa contoh dari norma kesopanan.
4. Norma Kebiasaan. Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. Kegiatan melakukan acara selamatan, kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini.
5. Norma Hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. Melanggar rambu-rambu lalulintas adalah salah satu contoh dari norma hukum.
Definisi dan Tujuan Hukum
Menurut para ahli :
1. Utrecht
Hukum ialah himpunan peraturan (baik berupa perintah ataupun larangannya) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan.
2. Wiryono Kusumo
Menurut wiryono kusumo hukum ialah keseluruhan peraturan baik yang tertulis ataupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib di dalam masyarakat dan terhadap pelanggarnya umumnya dikenakan sangsi.
3. Van Kan
Menurut Van Kan hukum ialah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat.

Pengertian Ekonomi
Ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan), pemanfaatan uang, tenaga, waktu, dan sebagai berikut yan berharga, tata kehidupan perekonomian (suatu negara), dan urusan keuangan rumah tangga (organisasi, negara).

Hukum Ekonomi
Hukum ekonomi lahir disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan dan perkembangan perekonomian. Hukum berfungsi untuk mengatur dan membatasi kegiatan ekonomi dengan harapan pembangunan perekonomian tidak mengabaikan hak-hak dan kepentingan masyarakat. Sunaryati Hartono mengatakan bahwa hukum ekonomi adalah penjabaran ekonomi pembangunan dan hukum ekonomi sosial sehingga hukum tersebut mempunyai dua aspek berikut.
1. Aspek pengaturan usaha – usaha pembangunan ekonomi.
2. Aspek pengaturan usaha – usaha pembangunan hasil dan pembangunan ekonomi secara merata di seluruh lapisan masyarakat.
Hukum ekonomi Indonesia dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Hukum Ekonomi Pembangunan Hukum ekonomi pembangunan adalah yang meliputi pengaturan dan pemikiran hukum mengenai cara – cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi Indonesia secara nasional.
b. Hukum Ekonomi Sosial Hukum ekonomi sosial adalah yang menyangkut peraturan pemikiran hukum mengenai cara – cara pembegian hasil pembangunan ekonomi nasional secara adil dan merata dalam HAM manusia Indonesia.
Namun ruang lingkup hukum ekonomi tidak dapat diaplikasikan sebagai satu bagian dari salah satu cabang ilmu hukum, melainkan merupakan kajian secara interdisipliner dan multidimensional.
Atas dasar itu, hukum ekonomi menjadi tersebar dalam pelbagai peraturan undang-undang yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Sementara itu, hukum ekonomi menganut azas, sebagi berikut :
1. Azas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan TME.
2. Azas manfaat.
3. Azas demokrasi pancasila.
4. Azas adil dan merata.
5. Azas keseimbangan, keserasian, dan keselarasan dalam perikehidupan.
6. Azas hukum.
7. Azas kemandirian.
8. Azas Keuangan.
9. Azas ilmu pengetahuan.
10. Azas kebersamaan, kekeluargaan, keseimbangan, dan kesinambungan dalam kemakmuran rakyat.
11. Azas pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
12. Azas kemandirian yang berwawasan kenegaraan.
Dengan demikian, dalam era globalisasi membuat dunia menjadi satu sehingga batas-batas Negara dalam pengertian ekonomi dan hukum menjadi kabur. Oleh karena itu, pertimbangan tentang apa yang berkembang secara internasional menjadi begitu penting untuk dijadikan dasar – dasar hukum ekonomi.
Contoh Kasus
Kasus sengketa tanah pada beberapa daerah di Indonesia. Karena tanah itu merupakan sumber daya alam yang memiliki nilai yang tinggi. Tanah mempunyai peranan yang besar dalam dinamika pembangunan, maka didalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 disebutkan bahwa Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat .Ketentuan mengenai tanah juga dapat kita lihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau yang biasa kita sebut dengan UUPA. Timbulnya sengketa hukum yang bermula dari pengaduan sesuatu pihak (orang/badan) yang berisi keberatan-keberatan dan tuntutan hak atas tanah, baik terhadap status tanah, prioritas, maupun kepemilikannya dengan harapan dapat memperoleh penyelesaian secara administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mencuatnya kasus-kasus sengketa tanah di Indonesia beberapa waktu terakhir seakan kembali menegaskan kenyataan bahwa selama 62 tahun Indonesia merdeka, negara masih belum bisa memberikan jaminan hak atas tanah kepada rakyatnya. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Undang-Undang Pokok Agraria (UU PA) baru sebatas menandai dimulainya era baru kepemilikan tanah yang awalnya bersifat komunal berkembang menjadi kepemilikan individual.

Minggu, 06 Maret 2011

Laporan Akhir LABALA (bab4)

LABORATORIUM AKUNTANSI LANJUT A
LAPORAN AKHIR

NAMA : AULIA RAHMAN
NPM : 24209963
KELAS : 2EB18
TANGGAL : SELASA, 01 MARET 2011
KP : WULAN
TUTOR : ASRI

Paraf Asisten


( )

Cara Mengerjakan Kasus Laporan Segmentasi Pada Microsoft Visual Basic

Microsoft Visual Basic adalah pemrograman yang berbasis GUI (Grafik User Interface). Dan kasus kali ini akan membahas laporan segmentasi. Laporan segmentasi itu sendiri bearti, laporan yang disegmen dapat disajikan untuk aktifitas pada berbagai tingkat yang berbeda pada organisasi dan dapat disajikan dalam bentuk yang berbeda.
Dan dibawah ini adalah langkah-langkah membuat form dan coding pada kasus laporan segmentasi :
Pertama-tama buka Microsoft Visual Basic pada komputer dengan cara :
Klik Start – All Program – Microsoft Visual Basic 6.0 – Ok
Setelah itu akan muncul tampilan awal Microsoft Visual Basic


Lalu langsung saja membuat form1 dan form2 dan hasilnya akan seperti dibawah ini :
Form1


Form2


Setelah itu membuat codingnya untuk menghasilkan perhitungan berupa inputan dan akan menghasilkan outputnya juga dengan hasil sesuai dengan perhitungan manual pada kasus ini
Dan dibawah ini adalah output dan coding pada kasus laporan segmen yang sudah dimasukan codingnya dan hasil inputan yang akan keluar berupa output yang sudah disesuaikan dengan perhitungan manualnya


Kasus Bab 4
Laporan Segmen

Form1 yang sudah di input dengan coding tertentu dan menghasilkan output seperti dibawah ini :


Coding-coding yang sudah diketikkan pada Visual Basic :


Dibawah ini seluruh coding pada form1 :
Private Sub Command1_Click()
Form2.Show
Form1.Hide
End Sub
Private Sub Command2_Click()
MaskEdBox1.SetFocus
End Sub
Private Sub MaskEdBox2_LostFocus()
MaskEdBox3 = Val(MaskEdBox1) + Val(MaskEdBox2)
MaskEdBox4.SetFocus
End Sub
Private Sub MaskEdBox5_LostFocus()
MaskEdBox6 = Val(MaskEdBox4) + Val(MaskEdBox5)
MaskEdBox8 = Val(MaskEdBox2) + Val(MaskEdBox5)
MaskEdBox10.SetFocus
End Sub
Private Sub MaskEdBox11_LostFocus()
MaskEdBox12 = Val(MaskEdBox10) + Val(MaskEdBox11)
MaskEdBox13.SetFocus
End Sub
Private Sub MaskEdBox4_LostFocus()
MaskEdBox7 = Val(MaskEdBox1) + Val(MaskEdBox4)
End Sub
Private Sub MaskEdBox6_LostFocus()
MaskEdBox9 = Val(MaskEdBox3) + Val(MaskEdBox6)
End Sub
Private Sub MaskEdBox13_LostFocus()
MaskEdBox16 = Val(MaskEdBox10) + Val(MaskEdBox13)
End Sub
Private Sub MaskEdBox14_LostFocus()
MaskEdBox15 = Val(MaskEdBox13) + Val(MaskEdBox14)
MaskEdBox17 = Val(MaskEdBox11) + Val(MaskEdBox14)
MaskEdBox22.SetFocus
End Sub
Private Sub MaskEdBox15_LostFocus()
MaskEdBox18 = Val(MaskEdBox12) + Val(MaskEdBox15)
MaskEdBox19 = Val(MaskEdBox7) - Val(MaskEdBox16)
MaskEdBox20 = Val(MaskEdBox8) - Val(MaskEdBox17)
MaskEdBox21 = Val(MaskEdBox9) - Val(MaskEdBox18)
End Sub
Private Sub MaskEdBox23_LostFocus()
MaskEdBox24 = Val(MaskEdBox22) + Val(MaskEdBox23)
MaskEdBox25.SetFocus
End Sub
Private Sub MaskEdBox25_LostFocus()
MaskEdBox28 = Val(MaskEdBox19) - Val(MaskEdBox22) - Val(MaskEdBox25)
End Sub
Private Sub MaskEdBox26_LostFocus()
MaskEdBox27 = Val(MaskEdBox25) + Val(MaskEdBox26)
MaskEdBox29 = Val(MaskEdBox20) - Val(MaskEdBox23) - Val(MaskEdBox26)
MaskEdBox31.SetFocus
End Sub
Private Sub MaskEdBox27_LostFocus()
MaskEdBox30 = Val(MaskEdBox21) - Val(MaskEdBox24) - Val(MaskEdBox27)
End Sub
Private Sub MaskEdBox32_LostFocus()
MaskEdBox33 = Val(MaskEdBox30) - Val(MaskEdBox31) - Val(MaskEdBox32)
End Sub

Form2 yang sudah di input dengan coding tertentu dan menghasilkan output seperti dibawah ini :


Coding-coding yang sudah diketikkan pada Visual Basic :


Dibawah ini seluruh coding pada form1 :
Private Sub Command1_Click()
Form1.Show
Form2.Hide
End Sub
Private Sub Command2_Click()
End
End Sub
Private Sub Form_Load()
MaskEdBox1 = Form1.MaskEdBox3
MaskEdBox2 = Form1.MaskEdBox6
MaskEdBox3 = Val(MaskEdBox1) + Val(MaskEdBox2)
MaskEdBox4 = Form1.MaskEdBox12
MaskEdBox5 = Form1.MaskEdBox15
MaskEdBox6 = Val(MaskEdBox4) + Val(MaskEdBox5)
MaskEdBox7 = Val(MaskEdBox1) - Val(MaskEdBox4)
MaskEdBox8 = Val(MaskEdBox2) - Val(MaskEdBox5)
MaskEdBox9 = Val(MaskEdBox3) - Val(MaskEdBox6)
End Sub
Private Sub MaskEdBox11_LostFocus()
MaskEdBox12 = Val(MaskEdBox10) + Val(MaskEdBox11)
MaskEdBox13.SetFocus
End Sub
Private Sub MaskEdBox14_LostFocus()
MaskEdBox15 = Val(MaskEdBox13) + Val(MaskEdBox14)
MaskEdBox16 = Val(MaskEdBox7) - Val(MaskEdBox10) - Val(MaskEdBox13)
MaskEdBox17 = Val(MaskEdBox8) - Val(MaskEdBox11) - Val(MaskEdBox14)
MaskEdBox18 = Val(MaskEdBox9) - Val(MaskEdBox12) - Val(MaskEdBox15)
MaskEdBox19 = Form1.MaskEdBox24
MaskEdBox20 = Form1.MaskEdBox27
MaskEdBox21 = Val(MaskEdBox18) - Val(MaskEdBox19) - Val(MaskEdBox20)
MaskEdBox21.SetFocus
End Sub

Laporan Akhir LABALA (bab2)

LABORATORIUM AKUNTANSI LANJUT A
LAPORAN AKHIR

NAMA : AULIA RAHMAN
NPM : 24209963
KELAS : 2EB18
TANGGAL : SELASA, 22 FEBRUARI 2011
KP : WULAN
TUTOR : ASRI

Paraf Asisten


( )

Cara Mengerjakan Kasus Pada Visual Basic Dan Perhitungan Dengan Menggunakan Coding

Microsoft Visual Basic adalah pemrograman yang berbasis GUI (Grafik User Interface). Dana dibawah ini adalah langkah-langkahnya cara membuat form akuntansi manajemen pada visual basic dan perhitungan dengan menggunakan coding :
 Pertama-tama buka Microsoft Visual Basic pada komputer dengan cara :
Klik Start – All Program - Microsoft Visual Basic 6.0 – Ok
 Setelah itu akan muncul halaman Microsoft Visual Basic

 Lalu klik open pada tampilan New Project dan setelah itu menampilkan icon maskedbox pada kolom general dengan langkah-langkah :
 Klik kanan pada icon ole pada kolom general yang ada pada sebelah kiri halaman Microsoft Visual Basic
 Klik components

 Pada components terlihat beberapa pilihan pada menu controls lalu klik atau pilih Microsoft Masked Edit Control 6.0 lalu ok dan akan muncul icon dua tanda pagar dengan garis vertikal pada menu general
 Sebelum mengerjakan kasus bab 2 buat dulu form yang sesuai pada kasus ini



 Setelah membuat form 1 dan form 2 lalu membuat codingnya dan menginput data-data nya dan berikut kasusnya

Kasus Bab 2
Penentuan HPP Dengan Metode Activity Based Costing

Form1 :



Coding :
Private Sub Command1_Click()
Form2.Show
Form1.Hide

End Sub

Private Sub MaskEdBox22_LostFocus()
MaskEdBox29 = Val(MaskEdBox1) + Val(MaskEdBox8) + Val(MaskEdBox15) + Val(MaskEdBox22)

End Sub

Private Sub MaskEdBox23_LostFocus()
MaskEdBox30 = Val(MaskEdBox2) + Val(MaskEdBox9) + Val(MaskEdBox16) + Val(MaskEdBox23)

End Sub

Private Sub MaskEdBox24_LostFocus()
MaskEdBox31 = Val(MaskEdBox3) + Val(MaskEdBox10) + Val(MaskEdBox17) + Val(MaskEdBox24)

End Sub

Private Sub MaskEdBox25_LostFocus()
MaskEdBox32 = Val(MaskEdBox4) + Val(MaskEdBox11) + Val(MaskEdBox18) + Val(MaskEdBox25)

End Sub

Private Sub MaskEdBox26_LostFocus()
MaskEdBox33 = Val(MaskEdBox5) + Val(MaskEdBox12) + Val(MaskEdBox19) + Val(MaskEdBox26)

End Sub

Private Sub MaskEdBox27_LostFocus()
MaskEdBox34 = Val(MaskEdBox6) + Val(MaskEdBox13) + Val(MaskEdBox20) + Val(MaskEdBox27)

End Sub

Private Sub MaskEdBox28_LostFocus()
MaskEdBox35 = Val(MaskEdBox7) + Val(MaskEdBox14) + Val(MaskEdBox21) + Val(MaskEdBox28)
End Sub

Form2 :



Coding :
Private Sub Command1_Click()
Form1.Show
Form2.Hide
End Sub

Private Sub Command2_Click()
End
End Sub

Private Sub MaskEdBox1_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox1 = Form1.MaskEdBox2
MaskEdBox2 = 600 * Val(Form1.MaskEdBox7)
MaskEdBox3 = Val(MaskEdBox1) + Val(MaskEdBox2)
MaskEdBox4 = 175.91 * Val(Form1.MaskEdBox5)
MaskEdBox5 = Val(MaskEdBox3) + Val(MaskEdBox4)
MaskEdBox6 = Form1.MaskEdBox1
MaskEdBox7 = Val(MaskEdBox5) / Val(MaskEdBox6)
End Sub

Private Sub MaskEdBox15_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox15 = Form1.MaskEdBox16
MaskEdBox16 = 600 * Val(Form1.MaskEdBox21)
MaskEdBox17 = Val(MaskEdBox15) + Val(MaskEdBox16)
MaskEdBox18 = 175.91 * Val(Form1.MaskEdBox19)
MaskEdBox19 = Val(MaskEdBox17) + Val(MaskEdBox18)
MaskEdBox20 = Form1.MaskEdBox15
MaskEdBox21 = Val(MaskEdBox19) / Val(MaskEdBox20)

End Sub

Private Sub MaskEdBox22_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox22 = Form1.MaskEdBox23
MaskEdBox23 = 600 * Val(Form1.MaskEdBox28)
MaskEdBox24 = Val(MaskEdBox22) + Val(MaskEdBox23)
MaskEdBox25 = 175.91 * Val(Form1.MaskEdBox26)
MaskEdBox26 = Val(MaskEdBox24) + Val(MaskEdBox25)
MaskEdBox27 = Form1.MaskEdBox22
MaskEdBox28 = Val(MaskEdBox26) / Val(MaskEdBox27)
End Sub

Private Sub MaskEdBox29_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox29 = MaskEdBox3
MaskEdBox30 = 150 * Val(Form1.MaskEdBox3)
MaskEdBox31 = 15 * Val(Form1.MaskEdBox4)
MaskEdBox32 = 30 * Val(Form1.MaskEdBox5)
MaskEdBox33 = 700 * Val(Form1.MaskEdBox6)
MaskEdBox34 = Val(MaskEdBox29) + Val(MaskEdBox30) + Val(MaskEdBox31) + Val(MaskEdBox32) + Val(MaskEdBox33)
MaskEdBox35 = MaskEdBox6
MaskEdBox36 = Val(MaskEdBox34) / Val(MaskEdBox35)
End Sub

Private Sub MaskEdBox37_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox37 = MaskEdBox10
MaskEdBox38 = 150 * Val(Form1.MaskEdBox10)
MaskEdBox39 = 15 * Val(Form1.MaskEdBox11)
MaskEdBox40 = 30 * Val(Form1.MaskEdBox12)
MaskEdBox41 = 700 * Val(Form1.MaskEdBox13)
MaskEdBox42 = Val(MaskEdBox37) + Val(MaskEdBox38) + Val(MaskEdBox39) + Val(MaskEdBox40) + Val(MaskEdBox41)
MaskEdBox43 = MaskEdBox13
MaskEdBox44 = Val(MaskEdBox42) / Val(MaskEdBox43)

End Sub

Private Sub MaskEdBox45_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox45 = MaskEdBox17
MaskEdBox46 = 150 * Val(Form1.MaskEdBox17)
MaskEdBox47 = 15 * Val(Form1.MaskEdBox18)
MaskEdBox48 = 30 * Val(Form1.MaskEdBox19)
MaskEdBox49 = 700 * Val(Form1.MaskEdBox20)
MaskEdBox50 = Val(MaskEdBox45) + Val(MaskEdBox46) + Val(MaskEdBox47) + Val(MaskEdBox48) + Val(MaskEdBox49)
MaskEdBox51 = MaskEdBox20
MaskEdBox52 = Val(MaskEdBox50) / Val(MaskEdBox51)

End Sub

Private Sub MaskEdBox53_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox53 = MaskEdBox24
MaskEdBox54 = 150 * Val(Form1.MaskEdBox24)
MaskEdBox55 = 15 * Val(Form1.MaskEdBox25)
MaskEdBox56 = 30 * Val(Form1.MaskEdBox26)
MaskEdBox57 = 700 * Val(Form1.MaskEdBox27)
MaskEdBox58 = Val(MaskEdBox53) + Val(MaskEdBox54) + Val(MaskEdBox55) + Val(MaskEdBox56) + Val(MaskEdBox57)
MaskEdBox59 = MaskEdBox27
MaskEdBox60 = Val(MaskEdBox58) / Val(MaskEdBox59)

End Sub

Private Sub MaskEdBox61_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox61 = MaskEdBox7
MaskEdBox62 = MaskEdBox36
MaskEdBox63 = Val(MaskEdBox36) - Val(MaskEdBox7) / Val(MaskEdBox36) * 100
End Sub

Private Sub MaskEdBox64_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox64 = MaskEdBox14
MaskEdBox65 = MaskEdBox44
MaskEdBox66 = Val(MaskEdBox44) - Val(MaskEdBox14) / Val(MaskEdBox44) * 100

End Sub

Private Sub MaskEdBox67_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox67 = MaskEdBox21
MaskEdBox68 = MaskEdBox52
MaskEdBox69 = Val(MaskEdBox52) - Val(MaskEdBox21) / Val(MaskEdBox52) * 100

End Sub

Private Sub MaskEdBox70_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox70 = MaskEdBox28
MaskEdBox71 = MaskEdBox60
MaskEdBox72 = Val(MaskEdBox60) - Val(MaskEdBox28) / Val(MaskEdBox60) * 100

End Sub

Private Sub MaskEdBox8_LostFocus()
On Error Resume Next
MaskEdBox8 = Form1.MaskEdBox9
MaskEdBox9 = 600 * Val(Form1.MaskEdBox14)
MaskEdBox10 = Val(MaskEdBox8) + Val(MaskEdBox9)
MaskEdBox11 = 175.91 * Val(Form1.MaskEdBox12)
MaskEdBox12 = Val(MaskEdBox10) + Val(MaskEdBox11)
MaskEdBox13 = Form1.MaskEdBox8
MaskEdBox14 = Val(MaskEdBox12) / Val(MaskEdBox13)

End Sub

Tragedi Tanjung Priok, Jakarta, 1984

Senin, 10 September 1984. Seorang oknum ABRI beragama Katholik, Sersan Satu Hermanu, mendatangi mushala As-Sa'adah untuk menyita pamflet berbau 'SARA'. Namun tindakan Sersan Hermanu sangat menyinggung perasaan ummat Islam. Ia masuk ke dalam masjid tanpa melepas sepatu, menyiram dinding mushala dengan air got, bahkan menginjak Al-Qur'an. Warga marah dan motor motor Hermanu dibakar. Buntutnya, empat orang pengurus mushala diciduk Kodim. Upaya persuasif yang dilakukan ulama tidak mendapat respon dari aparat. Malah mereka memprovokasi dengan mempertontonkan salah seorang ikhwan yang ditahan itu, dengan tubuh penuh luka akibat siksaan.
Rabu. 12 September 1984. Mubaligh Abdul Qodir Djaelani membuat pernyataan yang menentang azas tunggal Pancasila. Malamnya, di Jalan Sindang, Tanjung Priok, diadakan tabligh. Ribuan orang berkumpul dengan semangat membara, disemangati khotbah dari Amir Biki, Syarifin Maloko, Yayan Hendrayana, dll. Tuntutan agar aparat melepas empat orang yang ditahan terdengar semakin keras. Amir Biki dalam khotbahnya berkata dengan suara bergetar, "Saya beritahu Kodim, bebaskan keempat orang yang ditahan itu sebelum jam sebelas malam. Jika tidak, saya takut akan terjadi banjir darah di Priok ini". Mubaligh lain, Ustdaz Yayan, bertanya pada jamaah, "Man anshori ilallah? Siapa sanggup menolong agama Allah ?" Dijawab oleh massa, "Nahnu Anshorullah ! Kami siap menolong agama Allah !" Sampai jam sebelas malam tidak ada jawaban dari Kodim, malah tank dan pasukan didatangkan ke kawasan Priok. Akhirnya, lepas jam sebelas malam, massa mulai bergerak menuju markas Kodim. Ada yang membawa senjata tajam dan bahan bakar. Tetapi sebagian besar hanyalah berbekal asma' Allah dan Al-Qur'an. Amir Biki berpesan, "Yang merusak bukan teman kita !"
Di Jalan Yos Sudarso massa dan tentara berhadapan. Tidak terlihat polisi satupun, padahal seharusnya mereka yang terlebih dahulu menangani (dikemudian hari diketahui, para polisi ternyata dilarang keluar dari markasnya oleh tentara). Massa sama sekali tidak beringas. Sebagian besar malah hanya duduk di jalan dan bertakbir. Tiba-tiba terdengar aba-aba mundur dari komandan tentara. Mereka mundur dua langkah, lalu ... astaghfirullah ! Tanpa peringatan terlebih dahulu, tentara mulai menembaki jamaah dan bergerak maju. Gelegar senapan terdengar bersahut-sahutan memecah kesunyian malam. Aliran listrik yang sudah dipadamkan sebelumnya membuat kilatan api dari moncong-moncong senjata terlihat mengerikan. Satu demi satu para syuhada tersungkur dengan darah membasahi bumi. Kemudian, datang konvoi truk militer dari arah pelabuhan, menerjang dan melindas massa yang tiarap di jalan. Dari atas truk, orang-orang berseragam hijau tanpa nurani gencar menembaki. Tentara bahkan masuk ke perkampungan dan menembak dengan membabi-buta. Tanjung Priok banjir darah.
Pemerintah dalam laporan resminya yang diwakili Panglima ABRI, Jenderal L. B. Moerdani, menyebutkan bahwa korban tewas 'hanya' 18 orang dan luka-luka 53 orang. Namun dari hasil investigasi tim pencari fakta, SONTAK (SOlidaritas Nasional untuk peristiwa TAnjung prioK), diperkirakan sekitar 400 orang tewas, belum terhirung yang luka-luka dan cacat. Sampai dua tahun setelah peristiwa pembantaian itu, suasana Tanjung Priok begitu mencekam. Siapapun yang menanyakan peristiwa 12 September, menanyakan anak atau kerabatnya yang hilang, akan berurusan dengan aparat.
Sebenarnya sejak beberapa bulan sebelum tragedi, suasana Tanjung Priok memang terasa panas. Tokoh-tokoh Islam menduga keras bahwa suasana panas itu memang sengaja direkayasa oleh oknum-oknum tertentu dipemerintahan yang memusuhi Islam. Terlebih lagi bila melihat yang menjadi Panglima ABRI saat itu, Jenderal Leonardus Benny Moerdani, adalah seorang Katholik yang sudah dikenal permusuhannya terhadap Islam. Suasana rekayasa ini terutama sekali dirasakan oleh ulama-ulama di luar tanjung Priok. Sebab, di kawasan lain kota Jakarta sensor bagi para mubaligh sangat ketat. Namun entah kenapa, di Tanjung Priok yang merupakan basis Islam itu para mubaligh dapat bebas berbicara bahkan mengkritik pemerintah, sampai menolak azas tunggal Pancasila. Adanya rekayasa dan provokasi untuk memancing ummat Islam dapat diketahui dari beberapa peristiwa lain sebelum itu, misalnya dari pembangunan bioskop Tugu yang banyak memutar film maksiat diseberang Masjid Al-Hidayah. Tokoh senior seperti M. Natsir dan Syafrudin Prawiranegara sebenarnya telah melarang ulama untuk datang ke Tanjung Priok agar tidak masuk ke dalam perangkap. Namun seruan ini rupanya tidak sampai kepada para mubaligh Priok. Dari cerita Syarifin Maloko, ketua SONTAK dan mubaligh yang terlibat langsung peristiwa 12 September, ia baru mendengar adanya larangan tersebut setelah berada di dalam penjara. Rekayasa dan pancingan ini tujuannya tak lain untuk memojokkan Islam dan ummatnya di Indonesia.

Diringkas dan diedit ulang dari Majalah Sabili dan Tabloid Hikmah

Jumat, 28 Januari 2011

Hacker Bikin "Fan Page" Palsu Mark Zuckerberg

Kabar kalau halaman fan page Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook berhasil disusupi hacker jadi perbincangan hangat. Belum ada penjelasan resmi apa yang terjadi sebenarnya.

Kini yang berkembang adalah bermacam spekulasi dari para pengguna Facebook yang sempat melacak halaman situs web yang katanya sempat menulis pesan sindiran untuk Mark Zuckerberg. Satu-satunya bukti hanyalah screenshot yang dilaporkan situs web Techcrunch.com serta klaim beberapa orang yang sempat merekamnya. Halaman cache di search engine Google mapun Bing tak menyimpan pesan tersebut.

Spekulasi paling kuat, seseorang mungkin membuat alamat fan page palsu Mark Zuckerberg yang identik dengan fan page aslinya. Sebab, tak lama setAlah ada laporan fan page tersebut disusupi pesan dari hacker, banyak yang melaporkan halaman fan page dimaksud tak dapat diakses. Facebook mungkin telah mengatasi masalah fan page ganda dan kini telah berhasil mengatasinya dan membuat kedua alamat fan page bisa sinkron ke alamat yang sebenarnya.

Bahkan, salah seorang pembaca Techcrunch. com mengaku kalau link alamat situs web yang melaporkan adanya hacker yang menyusup itu tidak dapat di-share langsung ke Facebook. Saat akan di-share, muncul pesna bahwa link tersebut mengandung spam. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa tim teknis Facebook mencoba menghalangi agar berita tak tersebar. meski demikian, posting dari hacker di fan page yang diduga palsu terlanjur di-like ribuan orang.

Bahkan, ada spekulasi juga kalau Techcrunch.com sengaja membuat halaman palsu dan merekayasa berita sendiri. Sebab, alamat yang di-link situs web tersebut ternyata bukan ke halaman page melainkan ke halaman user. Facebook belum memberi komentar resmi atas berita tersebut.

Sumber : kompas.com

Kamis, 27 Januari 2011

Efek Buruk Kecanduan Pornografi

Di dunia kesehatan, menonton film atau gambar porno dikenal dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan seksual yang telah menurun. Tapi jangan berlebihan apalagi sampai kecanduan. Pria yang kecanduan, dalam jangka panjang, rentan mendapat masalah seksual.

Studi menunjukkan pria yang memanjakan diri dengan rangsangan visual seperti pornografi, rentan terkena gangguan yang disebut Sexual Attention Deficit Disorder (SADD). Dalam jangka panjang, penderitanya akan sulit memiliki hubungan seksual yang sehat dengan pasangannya. Sebab, stimulus seks hanya dapat dipicu melalui gambar visual atau grafis, bukan wanita sebenarnya.

Pakar kesehatan seksual, Dr Rajan Bhonsle, menjelaskan dampak pornografi dan sejenisnya terhadap hubungan dewasa. SADD dapat ditelusuri dari beberapa sebab utama.

Bentuk eksplisit seperti pornografi, pedofilia, voyeurisme, aktivitas seks lebih dari dua orang dan aktivitas menyimpang lain menimbulkan ketidakpekaan saat bercinta. Dalam jangka panjang, mereka akan sulit merasakan kenikmatan dengan aktivitas seks normal. Sehingga, mereka cenderung merasakan seks menyimpang sebagai kebutuhan agar menjaga rangsangan seks tetap tinggi.

Seperti dikutip Times of India, aktivitas seksual dengan rangsangan gambar atau video porno membuat seseorang sulit bila dirangsang pasangan. Ini pula yang menimbulkan permasalahan dalam pernikahan dalam waktu lama.

Penyebab umum lain SADD adalah hubungan seksual dengan banyak pasangan sebelum menikah. Karena terbiasa dengan banyak pasangan sulit meletupkan gairah seks hanya pada satu pasangan.

Pria kecanduan seks biasanya telah memiliki gambaran tentang bagaimana wanita seharusnya. Dan, pasangan yang tidak sesuai harapannya mungkin menimbulkan kekecewaan yang berpengaruh pada gairah seks. Komunikasi intens akan membantunya lepas dari masalah ini.

Berbeda dari kecanduan umumnya, mengobati kecanduan seksual sangat rumit dan butuh waktu lama. Ada baiknya menjauhkan anak dan remaja dari pornografi sejak dini.

Menurut Bhonsle, ada beberapa cara untuk menanganinya:

- Hilangkan pornografi

Saat gairah memuncak, lebih baik mengenang memori dan sejarah erotis Anda ketimbang sambil melihat gambar atau video porno.

- Dekat dengan pasangan

Saling berbagi fantasi seks dan tak malu bereksperimen membuat gairah fisik dan seksual tetap terjaga.

Sumber : VIVAnews

Jumat, 21 Januari 2011

Hold On

This world, this world is cold
But you don’t, you don’t have to go
You’re feeling sad you’re feeling lonely
And no one seems to care
You’re mother’s gone and your father hits you
This pain you cannot bare

But we all bleed the same way as you do
We all have the same things to go thru

Hold on...if you feel like letting go
Hold on...it gets better than you know

Your days you say they’re way too long
And your nights you can’t sleep at all (hold on)
And you’re not sure what you’re looking for
But you don’t want to no more
And you’re not sure what you’re waiting for but you don’t want to no more

But we all bleed the same way as you do
And we all have the same things to go through

Hold on...if you feel like letting go
Hold on...it gets better than you know

Don’t stop looking you’re one step closer
Don’t stop searching it’s not over...hold on

What are you looking for?
What are you waiting for?
Do you know what you’re doing to me?
Go ahead...what are you waiting for?

Hold on...if you feel like letting go
Hold on...it gets better than you know

Don’t stop looking you’re one step closer
Don’t stop searching it’s not over...

Hold on...if you feel like letting go
Hold on...it gets better than you know...hold on

Lirik By : Good Charlotte

Minggu, 16 Januari 2011

Inflasi Dan Perekonomian Indonesia

Bulan dan tahun Tingkat inflasi
Juli 2009 2.71 %
Juni 2009 3.65 %
Mei 2009 6.04 %
April 2009 7.31 %
Maret 2009 7.92 %
Februari 2009 8.60 %
Januari 2009 9.17 %
Desember 2008 11.06 %
November 2008 11.68 %
Oktober 2008 11.77 %
September 2008 12.14 %
Agustus 2008 11.85 %
Juli 2008 11.90 %
Data inflasi dari Inflasi CPI - Bank Sentral Republik Indonesia

Inflasi di Indonesia diumpamakan seperti penyakit endemis dan berakar di sejarah. Tingkat inflasi di Malaysia dan Thailand senantiasa lebih rendah. Inflasi di Indonesia tinggi sekali di zaman Presiden Soekarno, karena kebijakan fiskal dan moneter sama sekali tidak prudent (“kalau perlu uang, cetak saja”). Di zaman Soeharto, pemerintah berusaha menekan inflasi - akan tetapi tidak bisa di bawah 10 persen setahun rata-rata, antara lain oleh karena Bank Indonesia masih punya misi ganda, antara lain sebagai agent of development, yang bisa mengucurkan kredit likuiditas tanpa batas. Baru di zaman reformasi, mulai di zaman Presiden Habibie maka fungsi Bank Indonesia mengutamakan penjagaan nilai rupiah. Tetapi karena sejarah dan karena inflationary expectations masyarakat (yang bertolak ke belakang, artinya bercermin kepada sejarah) maka “inflasi inti” masih lebih besar daripada 5 persen setahun.[1]
Bulan dan tahun Pertumbuhan ekonomi
Maret 2006 15.74 %
Juni 2006 15.53 %
September 2006 14.55 %
Desember 2006 6.60 %
Data pertumbuhan ekonomi dari Inflasi CPI - Bank Sentral Republik Indonesia

Perekonomian
Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan adalah ditahun 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif akan sangat mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Mungkin hal itulah yang terus diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini sangat berhubungan dengan aktivitas kegiatan ekonomi yang berdampak pada penerimaan negara serta pertumbuhan ekonominya. Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapita akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.
Namun semua itu bisa terwujud apabila kondisi keamanan dalam negeri benar-benar telah kondusif. Kebijakan pemerintah saat ini didalam pemberantasan terorisme, serta pemberantasan korupsi sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator makro ekonomi menggambarkan kinerja perekonomian suatu negara akan menjadi prioritas utama bila ingin menunjukkan kepada pihak lain bahwa aktivitas ekonomi sedang berlangsung dengan baik pada negaranya.

Kondisi Puncak Hormon Seks

Dorongan seksual pada pria dan wanita dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah hormon. Hormon-hormon seks ini hanya dikeluarkan pada waktu-waktu tertentu.

Hormon testosteron yang menggugah gairah pria umumnya keluar seusai fase istirahat panjang. Sebaliknya, hormon estrogen perempuan dihasilkan seiring dengan meningkatnya aktivitas. Menurut dr Ferryal Loetan, ASC &T, Sp RM, MKes-MMR, dari klinik WIN, Kelapa Gading, beginilah jam biologis bercinta pria dan wanita.

Pagi hari pukul 05.00-08.00
Kadar hormon testosteron pria sedang tinggi-tingginya karena sudah cukup istirahat. Semangat untuk "bertempur" pun begitu membara. Itulah mengapa, kondisi terbaik bagi pria untuk bersenggama adalah pagi hari. Kalaupun istri belum on, itu bukan masalah besar. Dengan foreplay yang tiada taranya, istri pasti siap berintim-intim.

Di atas pukul 08.00-12.00
Hormon testosteron menurun seiring aktivitas pekerjaan pria yang makin tinggi di siang hari. Sebaliknya, gairah perempuan justru sedang dalam masa puncak. Hormon endorfin (hormon kesenangan) sedang tinggi-tingginya karena pada jam-jam inilah perempuan mulai beraktivitas.

Kalau tak memungkinkan untuk mengajaknya bercinta setelah beraktivitas di siang atau sore hari, kirimkan saja pesan-pesan romantis yang isinya menyiratkan ajakan bercinta. Hatinya tentu akan berbunga-bunga.

Siang hingga menjelang sore
Setelah break beraktivitas dan mendapat pasokan energi dari menu makan siangnya, mood pria bangkit kembali. Berbarengan dengan itu, cadangan energi perempuan juga masih besar. Sex after lunch akan jadi selingan yang seru bagi suami-istri.

Pukul 14.00-17.00
Bekerja kembali setelah makan siang umumnya membuat pria letih dan melupakan keinginannya untuk bercinta. Sebaliknya, pada rentang waktu ini, perempuan justru sedang mengalami titik tertinggi produksi estrogen. Kerja oke, bercinta pun ayo!

Malam hari
Saat anak-anak sudah tidur lelap, inilah waktu yang paling memungkinkan untuk bercinta. Setelah bersantai beberapa jam, kadar testosteron pria kembali meninggi. Memang, produksi hormon estrogen cenderung menurun saat beristirahat, tapi di malam hari, umumnya istri lebih romantis. Jadi, suami diharapkan lebih aktif melancarkan sinyal ajakan bercinta.

Sumber : kompas.com

Tanda - Tanda Pria Sehat

Bila selama ini waktu kita banyak dihabiskan untuk mengkhawatirkan penyakit dan gejalanya, mungkin kini saatnya kita mencari tahu tanda-tanda tubuh yang sehat, khususnya pada pria.

Warna kuku merah muda
Meski hanya seujung jari, nyatanya warna kuku bisa menjadi indikator kesehatan yang paling mudah dilihat. Secara umum, orang yang sehat memiliki warna kuku merah muda (pink), kuat, dan lembut. Oleh karena itu, tak ada salahnya waspada bila Anda menjumpai perubahan pada warna kuku.

Kuku yang berwarna kekuningan dan pertumbuhannya lambat bisa menjadi indikasi adanya penyakit pernapasan. Sementara itu, kuku yang berlekuk perlu dicurigai adanya diabetes. Kekurangan zat gizi tertentu, seperti zat besi, juga bisa menyebabkan perubahan pada warna kuku.

Warna urine kuning muda
Pada umumnya warna urine yang normal sangat bervariasi, tergantung pada banyaknya jumlah air yang kita minum. Bila Anda minum cukup banyak, warna urine biasanya lebih bening. Sebaliknya bila kita dehidrasi, warna urine akan menjadi lebih gelap.

Selain warna, perhatikan juga perubahan mencolok dari urine. Misalnya, bau yang menyengat atau perubahan warna menjadi kemerahan. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mencurigai adanya kelainan.

Menghasilkan sekitar satu sendok teh cairan mani
Seorang pria dewasa sehat mampu menghasilkan cairan mani sekitar 2-5 ml semen saat ejakulasi. Seiring bertambahnya umur, produksi semen memang berkurang. Namun, bila semen yang dihasilkan kurang dari 2 ml, hal ini bisa menjadi tanda hyperspermia yang bisa memengaruhi kesuburan pria.

Selain volumenya, warna cairan mani juga menjadi tanda kesehatan. Pria yang sehat memiliki warna cairan mani putih atau keabu-abuan dan lengket. Cairan mani yang disertai darah atau terlalu cair perlu diwaspadai dan dikonsultasikan pada dokter.

Denyut jantung 70 bpm
Denyut jantung saat beristirahat (resting heart rate /RHR) adalah indikator yang baik untuk kadar fitness seseorang. Meski RHR sangat bervariasi tergantung pada usia, namun pada pria dewasa sehat, angka yang normal sekitar 70-75 bpm (beat per minute). Untuk mengukurnya, letakkan dua jari tangan di urat nadi pergelangan tangan. Lalu hitunglah sambil melihat jam selama 15 detik. Kalikan angka ini untuk mendapatkan nilai per menitnya.

Kulit elastis
Elastisitas kulit biasanya dipakai sebagai acuan untuk menilai kadar dehidrasi seseorang. Kulit yang sehat bersifat elastis dan kembali normal bila dicubit. Sebaliknya, kulit yang dehidrasi akan kembali ke posisi normal dengan lambat setelah dicubit.

Sumber : kompas.com

Leaving On A Jet Plane

All my bags are packed
Im ready to go
Im standin here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye

But the dawn is breaking
Its early morn
The taxis waiting
Hes blowin his horn
Already Im so lonesome
I could die

So kiss me and smile for me
Tell me that youll wait for me
Hold me like youll never let me go

Theres so many times I’ve let you down
So many times I’ve played around
I tell you now, they dont mean a thing
Every place I go, I’ll think of you
Every song I sing, I’ll sing for you
When I come back, I’ll bring your wedding ring

So kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go
Cause I’m leaving on a jet plane
Don;t know when Ill be back again
Oh babe, I hate to go

Now the time has come to leave you
One more time
Let me kiss you
Then close your eyes
Ill be on my way

Dream about the days to come
When I wont have to leave alone
About the times, I wont have to say

Oh, kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go
Cause I’m leaving on a jet plane
Don’t know when Ill be back again
Oh babe, I hate to go

But, I’m leaving on a jet plane
Don’t know when Ill be back again
Oh babe, I hate to go

Senin, 10 Januari 2011

Sejarah Berdirinya Facebook

Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard.

Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.

Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana.

Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.

Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.

Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.

Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar.

Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.


sumber :publishedmind.blogspot.com

Sabtu, 08 Januari 2011

Bicycle Race

Bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle
I want to ride my bike
I want to ride my bicycle
I want to ride it where I like

You say black I say white
You say bark I say bite
You say shark I say hey man
Jaws was never my scene
And I don't like Star Wars
You say Rolls I say Royce
You say God give me a choice
You say Lord I say Christ
I don't believe in Peter Pan
Frankenstein or Superman
All I wanna do is

Bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle
I want to ride my bike
I want to ride my bicycle
I want to ride my
Bicycle races are coming your way
So forget all your duties oh yeah!
Fat bottomed girls they'll be riding today
So look out for those beauties oh yeah
On your marks get set go
Bicycle race bicycle race bicycle race
Bicycle bicycle bicyI want to ride my bicycle
Bicycle bicycle bicycle
Bicycle race

You say coke I say caine
You say John I say Wayne
Hot dog I say cool it man
I don't wanna be the President of America
You say smile I say cheese
Cartier I say please
Income tax I say Jesus
I don't wanna be a candidate
For Vietnam or Watergate
Cos all I want to do is

Bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle
I want to ride my bike
I want to ride my bicycle
I want to ride it where I like

by : queen

Senin, 03 Januari 2011

Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng
5. Pengaruh buruk sinetron Indonesia
6. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian yang semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1. Memoderenisasikan warga desa
2. Menambah pengetahuan warga kota
3. Menjalin kerja sama yang baik antar warga suatu daerah
4. Menyeimbangkan masyarakat kota dengan masyarakat desa

Sumber : Wikipedia

Aulia Rahman/24209963/2EB18

Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Sumber daya alam yang dimiliki mempengaruhi pembangunan ekonomi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.
Faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat adalah keadaan politik.

Sumber : Wikipedia

Aulia Rahman/24209963/2EB18